Farida Hanum

Orang ndeso yang punya angan-angan jadi penulis....

Selengkapnya
SAATNYA MEMILIH SEKOLAH

SAATNYA MEMILIH SEKOLAH

Menindak lanjuti artikel saya yang dimuat di media koran hari Kamis kemarin yang berjudul "memilih sekolah berkelas atau berkualitas", sebagai orang tua yang kebetulan memiliki anak yang akan menyelesaikan sekolah dasarnya dan melanjutkan ke SMP, saya memang sempat dibuat bingung untuk menentukan pilihan sekolah yang baik untuk anak. Apalagi saya yang juga sebagai pelaku pendidikan sedikit banyak tahu bagaimana sekolah yang disebut berkelas ataupun berkualitas, yang memang cocok untuk anak melanjutkan pendidikannya.

Saat sekarang ini sudah mulai bermunculan baliho-baliho pendaftaran peserta didik baru, dengan menunjukkan keunggulan sekolah mereka masing-masing. Bahkan pendaftaran ke sekolah-sekolah faforit sudah mulai dilakukan dengan sistem pendaftaran peserta didik baru melalui cara inden. Jadi orang tua memesan tempat untuk putra putri mereka di sekolah tersebut jauh-jauh hari, biasanya bulan Nopember-Desember kemarin. Ini berdasarkan pengalaman saya mencari sekolah Faforit untuk anak saya. Umumnya daftar dengan sistem inden orang tua sedikit diuntungkan yakni pembayaran uang pangkal sedikit ada pengurangan, makanya meskipun jarak dari tahun pelajaran baru cukup jauh, mereka tetap semangat mendaftarkan putra putri mereka melalui pendaftaran sistem Inden.

Saat ini lembaga pendidikan banyak menjadi sorotan publik. Dunia pendidikan berkali-kali tercoreng kasus baik itu pelecehan siswa, ataupun sebaliknya kasus siswa menganiaya gurunya. Sperti yang baru-baru ini terjadi di sampang. Hal ini sedikit banyak mempengaruhi nilai kepercayaan orang tua terhadap dunia pendidikan. Oleh karena itu orang tua benar-benar selektif dalam memilih sekolah untuk buah hatinya.

Di negara kita banyak sekolah yang memiliki sebutan sekolah berkelas atau elit, sekolah yang notebennya memiliki fasilitas lengkap, metode pembelajaran yang amat baik serta guru-guru yang benar-benar berkualitas baik dari luar negeri ataupun dari dalam negeri. Dengan demikian murid yang bersekolah di sekolah elite adalah mereka yang termasuk keluarga elite pula. Hal ini dikarenakan selain prestasi belajarnya harus baik, uang sekolahnyapun amat sangat baik angkanya. Jika seorang murid yang ekonominya bukan berasal dari keluaga mapan maka akan sangat sulitlah masuk ke sekolah tersebut, terutama sekolah elite yang dikelola oleh swasta.

Selain sekolah Elite, Alternatif pilihan memilih sekolah bisa dilihat dari sekolah bermutu. Sekolah dikatakan bermutu apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut:(1) Sekolah yang fokus pada keinginan dan kebutuhan konsumen baik internal ataupun eksternal, (2) Sekolah yang investasi pada sumber manusianya,(3) sekolah yang berfokus pada upaya untuk mencagah masalah yang muncul,dalam makna ada komitmen untuk bekerja secara benar dari awal,(4) Sekolah memiliki strategi mencapai kualitas, baik ditingkat pimpinan, tenaga akademik maupun tenaga administrasi,(5) sekolah menempatkan peningkatan kualitas secara terus menerus sebagai suatu keharusan. dsb

Kini...saatnya orang tua menyeleksi kebutuhan anak, sehingga anak masuk ke sekolah sesuai dengan keinginan mereka. Karena ketika anak tidak memiliki rasa nyaman di sekolah maka se-elit apapun tempatnya tetap saja berdampak buruk bagi perkembangan anak. Demikin sebaliknya, sekolah berkualitas tidak lahir dengan sendirinya, juga tidak lahir semata-mata karena kualitas lengkap. Sekolah berkualitas harus dibentuk dan direncanakan dengan baik seta dilaksanakan dengan sunguh-sungguh. Komitmen warga seolah ,steak holder adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari lahirnya sekolah berkualitas. Jadi memilih sekolah tidak harus sekolah elit dengan biaya elit, yang terkadang membuat pusing orang tua. tapi sekolah berkualitas jadi aternatif pilihan orang tua dengan persetujuan anak, sehingga anak bisa merasakan belajar sesuai dengan kata hatinya serta orang tua bisa melaksanakan kewajibannya sesuai kemampuan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Mantap

09 Feb
Balas

Terima kasih pak...

09 Feb

Laris manis beritanya, mbok saya dikirimi alamat redakturnya biar bisa kirim he he he

09 Feb
Balas

Bisa aja pak syaihu ini.hehehe

09 Feb

Tulisan yang hebat .....

09 Feb
Balas

Belajar dr org yg hebat spt bpk.

09 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali