Farida Hanum

Orang ndeso yang punya angan-angan jadi penulis....

Selengkapnya
REINKARNASI DAWET AYU BANJARNEGARA (LOMBA PAK OMANK)

REINKARNASI DAWET AYU BANJARNEGARA (LOMBA PAK OMANK)

Dawet ayu minuman khas Banjarnegara Jawa Tengah, kini sudah meramba hampir di seluruh wilayah Indonesia. Minuman dingin yang berbahan dari tepung beras dengan perpaduan tepung sagu berwarna hijau segar serta berbau pandan ini benar-benar menggugah rasa dahaga setiap orang. Dengan tampilan yang cantik dipadu dengan gula aren dan kuah santannya benar-benar membuat ketagihan mereka yang menyeruputnya. Siapapun pasti akan mudah mengenali ciri es dawet ayu asli Banjarnegara. Disamping tampilan khas es dawet ayunya, di setiap gerobak dawet ayu Banjarnegara selalu terdapat icon khasnya yakni dua tokoh wayang Semar dan Gareng. Yang saya tahu icon Semar dan Gareng tersebut memiliki makna bahwa minuman es dawet ayu adalah minuman yang merakyat, yang bisa dinikmati siapa saja.

Merambahnya dawet ayu hingga pelosok Indonesia, menjadikan setiap daerah mencoba untuk melahirkan kreasi-kreasi baru dari es dawet ayu khas Banjarnegara. Salah satu diantaranya adalah dawet yang ada di daerah kelahiran saya. Meskipun es dawet ayu Banjarnegara cukup dikenal di daerahku, setidaknya mereka juga mencoba untuk melahirkan generasi baru dari dawet ayu khas Banjarnegara. Reinkarnasi dawet ayu Banjarnegara, begitu saya menyebutnya. Di lihat dari tampilan dawetnya, khas Banjarnegara tidak hilang begitu saja. tetap dengan dawet berwarna daun suji segar ditambah dengan gula aren yang berwarna coklat dan santan kental yang mengugah selera, kemudian ditambah dengan hasil cipta karya dari dawet ayu di daerahku yakni dengan tambahan ketan hitam, mutiara, bubur halus, biji salak bahkan durian, menjadi khas minuman dawet daerahku.

Selain itu, wujud lahirnya dawet ayu baru yakni munculnya dawet hitam yang membuat minuman dawet ini semakin digemari banyak orang. Dawet hitam terbuat dari tepung beras dan tepung sagu dengan warna yang dihasilkan dari arang merang, sehingga menghasilkan warna gelap, memiliki rasa yang sama dengan dawet ayu asli Banjarnegara. Untuk penyajiannya sama dengan dawet ayu, ditambah dengan santan dan gula aren. Yang jelas gara-gara dawet Ayu Banjarnegara, lahirlah dawet-dawet kreasi baru jelmaan dari dawet ayu Banjarnegara. Pantaslah diacungi jempol untuk dawet ayu Banjarnegara, asli khas daerah pak Omank

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Mantap Bunda!

09 Feb
Balas

terima kasih pak...bingung mau nulis apa

09 Feb

Tulisan bagus, semoga dapt hadiah dari pak Omank

09 Feb
Balas

Terima kasih pak..tdk memburu hadiah kok.hehehe

09 Feb

Hebat ... Jadi deh Dawet Ayu Plus + ......

09 Feb
Balas

Ya...dawet ayu yg menginspirasi

09 Feb

Kereeen...

09 Feb
Balas

Terima kasih bunda...

09 Feb

Kereeen...

09 Feb
Balas

Waah...hebat Bunda. Baarokallah...Bund.

09 Feb
Balas

Terima kasih bun...

10 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali