Farida Hanum

Orang ndeso yang punya angan-angan jadi penulis....

Selengkapnya
MONDOK ITU KEREN LO NAK...

MONDOK ITU KEREN LO NAK...

Anak bukanlah milik kita, ia adalah amanah dari Allah yang dititipkan kepada kita, oleh karenanya sebagai orang tua kita harus benar-benar memberikan pendidikan yang baik kepada mereka. terutama pendidikan agama. Apalagi dengan kondisi zaman yang serba canggih memberikan banyak pengaruh kepada anak-anak kita. Anak dengan mudah bisa meng-akses apa saja melalui gadget mereka. Dampak tekhnologi benar-benar berpengaruh besar terhadap perkembangan anak. Gara-gara gadget saja anak bisa mengalami perubahan sikap yang sangat besar. seperti misalnya (1) anti sosial, mereka tidak begitu peduli dengan orang disekitar, umunnya mereka suka menyendiri dan asyik dengan gadgetnya. (2)Tidak memiliki rasa Empati, pengaruh tekhnologi memunculkan kurangnya empati kepada sesama. mereka cenderung acuh tak acuh terhadap teman ataupun saudara, bahkan terkadang sifat egoisnya yang muncul lebih besar dibanding rasa pedulinya. Dan yang lebih parah lagi ketika anak memiliki (3) krisis moral, canggihnya tekhnologi memudahkan anak meng-akses hal-hal yang tidak seharusnya menjadi kosumsi anak. secara tidak langsung anak akan meniru apa yang ia lihat. jika tidak ada pengawasan orang tua, anak akan dengan mudah terpengaruh perbuatan-perbuatan yang tidak baik, sehingga ia cenderung memiliki kebiasaan-kebisaan buruk yang ia pelajari dari gadget.

Sebagai orang tua terkadang kita miris melihat fenomena anak zaman sekarang, mereka cenderung arogan, tidak peduli dengan sekitar, tidak mudah bersosialisasi, dan yang paling parah nilai santunnya terhadap orang tua sedikit berkurang. so..sebagai orang tua kita harus mengantisipasi agar anak-anak kita tidak masuk didalam kategori anak-anak sebagaimana tersebut diatas. Meskipun kita tahu bahwa tidak semua anak akan terpengaruh buruk terhadap tekhnologi, tapi setidaknya kita sebagai orang tua harus benar-benar menjadikan mereka generasi penerus yang bisa diandalkan, baik agama dan tekhnologi.

Salah satu wujud mencetak generasi yang canggih tekhnologi tapi tetap kuat agamanya adalah dengan nyantri di pondok pesantren. Pondok pesantren yang pada awalnya di-setting sebagai lembaga pendidikan non-formal. kini, Seiring dengan berjalannya waktu serta tuntutan zaman yang kian kompleks. Pesatnya keilmuan yang semakin spesifik serta perkembangan teknologi terus menuntut pesantren tetap bisa menjadi lembaga pendidikan yang selalu survive. Alhasil, pesantren juga membuka pendidikan umum mulai dari SD-MI, SLTP-MTs, SMA-SMK-MA-MAK, bahkan Perguruan Tinggi. Sungguh ini capaian yang luar biasa. Selain menjadi lembaga pendidikan agama pondok pesantren juga bisa dijadikan sarana untuk menimba ilmu pengetahuan umum.

Ada banyak hal kenapa orang tua memondokkan anaknya ke pondok pesantren, selain memperoleh ilmu tentang ubudiyah dan ketauhidan, anak secara tidak sadar akan memperoleh ilmu tentang bagaimana hidup bersosialisasi. Hal ini bisa dilihat dalam kehidupan santri, semua santri akan menyimpan segudang pelajaran hidup. Hal sederhana, semisal bagaimana santri makan bersama dengan menggunakan talam. Dari situ kita bisa lihat, bahwa kebersamaan dalam pesantren itu sangat diutamakan. Tanpa melihat dari mana asalnya, miskin, kaya bahkan keturunannya. Pesantren tak pernah mengenal kasta, semua diperlakukan sama yakni menjadi seorang santri. Disamping itu hal paling penting yang bisa didapat dari pesantren adalah "Akhlak". Akhlak yang dimaksud di sini bukan sekedar persoalan etika semata. Karena etika lebih kepada persoalan pola sikap dan pola ucap. Semisal, seorang koruptor yang sosialnya bagus tidak bisa dikatakan berakhlak. Karena apa yang ia lakukan tidak sesuai dengan kebenaran hatinya. Akan tetapi, akhlak jauh melampaui itu. Seseorang yang berakhlak, baik tindakan, perkataan, pikiran maupun perasaannya akan berjalan secara beriringan. Kesemuanya itu tidak mungkin bertentangan. Contoh yang bisa kita ambil, ketika Nabi Muhammad SAW mengutuk seseorang yang munafik. Seperti kita mafhum, munafik adalah seorang yang ucapan dan tindakan, pikiran serta hatinya tidak sesuai. Dari contoh itu bisa kita petik, bahwa akhlak meliputi persoalan pola sikap, pola ucap, pola pikir dan pola rasa (hati). Bagaimanapun juga, Nabi Muhammad SAW diutus ke dunia, tak lain dan tak bukan untuk menyempurnakan akhlak manusia, Innama bu'itstu liutammima makarimal akhlaq.

Saat ini sudah banyak Pondok pesantren yang dikemas secara modern, dengan tetap tidak menghilangkan keaslian dari pondok itu sendiri. Pengemasan pondok pesantren secara modern adalah merupakan tuntutan kondisi zaman, memberikan fasilitas modern seperti asrama, ruang pembelajaran, area olahraga, kantin,hiburan, pertenakan, perkebunan lab komputer, makan, jasa loundry dan masih banyak lagi fasilitas pondok yang bertujuan untuk memberikan kenyamanan pada santri, sehingga mereka hanya fokus belajar dan menimba ilmu. Jadi kalau masih ada anak yang mengatakan bahwa mondok itu kuno jelas salah besar, karena sesungguhnya mondok itu keren lo nak..disamping kalian tetap bisa mengikuti arus kemajuan tekhnologi dan perkembangan zaman kalian juga memiliki modal agama yang kuat, sehingga ketika kalian harus terjun di masyarakat kalian jelas tidak akan mudah terpengaruh dunia luar yang jahat.( artikel ini sebagai wawasan kepada anak saya yang akan nyantri di pondok pesantren)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali